Para ilmuwan menggunakan teknik stimulasi menggunakan arus listrik yang disalurkan langsung lewat tempurung untuk mengalirkan listrik ke bagian otak yang biasa digunakan untuk memproses angka (parietal lobe).
Partisipan diminta untuk mempelajari simbol-simbol yang mewakili angka. Kemudian, selama mereka menerima arus listrik, mereka diminta mengorganisasi angka-angka tersebut. Partisipan yang diberi stimulasi memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyelesaikan tugas ketimbang partisipan tanpa stimulasi. Hebatnya, ketika uji coba dilakukan 6 bulan kemudian, kemampuan itu masih ada.
Para ilmuwan mewanti-wanti agar cara ini tidak dicoba sendiri tanpa
pengawasan dari para ahli dan profesional. Besar arus listrik yang
dialirkan ke tubuh pun tidak bisa sembarangan karena dapat merusak organ.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar